1.06.2009

Gus Im, Kolektor 760 Buah Keris Pusaka


Ada Yang Seharga Rp 25 Juta, Pernah Nekat ke Malaysia Berburu Satu Keris

Banyak cara untuk menyalurkan hobi. Terutama hobi yang bersentuhan langsung dengan profesi yang digelutinya. Sebagaimana yang dilakukan oleh Gus Im. Demi memuaskan hobi sebagai kolektor benda pusaka, dia rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah. Bahkan, mancanegara pernah dijangkaunya untuk mendapatkan satu keris.




AIRLANGGA, Mojokerto



SUASANA agak ’’mistis’’ sangat terasa ketika memasuki gerbang padepokan milik Imam Nabilah, 40, nama asli Gus Im. Di depan padepokan terdapat relief bergambar wali songo berkumpul di bagian kanan pintu gerbang. Bagian kiri gerbang terdapat relief tulisan ayat-ayat Alquran.
Sementara suasana religi juga menghiasi pintu gerbang yang terdapat tulisan Allah dan Muhammad. Bagian atas gerbang bertuliskan nama padepokan, yaitu Padepokan Sirri Aladunni.
Sepi masih membalut padepokan yang berada di Desa Kraton, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto pukul 10.00 kemarin. Dengan santai Gus Im atau yang biasa dipanggil Mbah Gimbal duduk di ruangan yang biasa digunakan menemui pasiennya.
’’Ayo silakan duduk, saya melanjutkan buat narasi dulu,’’ sambutnya. Saat ditemui, Gus Im sedang membuat sebuah video tentang aktivitasnya. Saat itu dia sedang berusaha mengarang narasi yang dituliskan di sebuah kertas menggunakan spidol berwarna biru.
Di sela-sela kesibukannya sebagai penasihat spritual, Gus Im memang pembuat video. Kebanyakan video yang dibuatnya berisi tentang kisah perjalanan karirnya di dunia paranormal.
’’Saya sudah lama mengumpulkan benda pusaka keris. Awalnya sekitar tahun 1989,’’ katanya sembari memastikan letak duduknya. Memang, keris yang dikoleksi oleh Gus Im bukanlah keris sembarangan. Hampir semua kerisnya, katanya, memiliki kekuatan ghaib. ’’Ada isinya,’’ lanjutnya tersenyum.
Gus Im lalu menceritakan bagaimana cara dia mendapatkan keris dari ritual hingga cara-cara modern. Pernah dia ritual di Gua Gembyang. ’’Setelah ritual, saya mendapat tiga buah pusaka keris,’’ ujarnya.
Keris yang didapat dengan ritual yang dilakukannya bernama Tumbik Brodonoyo dari Syailendra I, Luk 7 dan Carito Bungkem. ’’Carito Bungkem dulu pernah dibawa oleh Sunan Kali Jaga,’’ jelasnya.
Keris yang dimiliki Gus Im memang banyak. Keris-keris tersebut dipajang di sebuah galeri berukuran 7 meter x 5 meter. Selama hampir 20 tahun dia mengoleksi keris, kini dia telah memiliki keris berjumlah 760 buah berbagai ukuran. Keris tersebut dipajang di seluruh tembok padepokannya.
Keris terkecil yang dimiliki Gus Im berukuran 10 centimeter. ’’Biasanya keris ini untuk dibawa. Gunanya untk menjaga diri atau sebagai wibawa,’’ ungkapnya.
Sedangkan untuk keris terpanjang, menurut Gus Im, yaitu sepanjang 2,5 meter. ’’Keris panjang digunakan untuk menjaga rumah,’’ kata bapak dua anak ini.
Untuk mendapatkan keris pusaka, bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebagian keris yang dikoleksi Gus Im didapatkan dengan cara ritual tertentu. ’’Saya bernegosiasi (ritual, Red) dahulu agar bisa mendapatkan keris. Kalau untuk tujuan yang baik, pasti langsung diberikan,’’ ujar pria berambut panjang ini.
Atau, Gus Im juga selalu berburu hingga pelosok-pelosok desa untuk mendapatkan keris yang diinginkannya. ’’Saya dibantu anak buah saya ke pelosok-pelosok desa,’’ ujarnya.
Setelah keris didapat, Gus Im memberikan mahar kepada pemilik keris. Tidak tanggung-tanggung, Gus Im bahkan rela mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah.
Paling murah keris miliknya dimahar senilai Rp 1 juta. Sedangkan ada pula seharga Rp 25 juta yang bernama Pusaka Kinata Emas. ’’Pusaka itu terdapat kandungan emas di dalamnya,’’ ujarnya.
Selain berburu keris di dalam negeri, Gus Im juga kerap berburu keris hingga mancanegara. ’’Saya pernah ke negara Malaysia untuk mendapatkan satu keris,” ungkapnya.
Gus Im mengaku memiliki keris milik Presiden Pertama RI Soekarno. ’’Nama kerisnya bernama Cacing Kanil. Diletakkan di ujung tongkat komando,’’ ujarnya. Menurutnya, banyak tokoh masyarakat yang datang kepadanya untuk sekadar meminta keris.
Para tokoh tersebut meminta keris kepadanya untuk menambah kewibawaan atau untuk karirnya. Bahkan, ada kerisnya yang pernah dipakai pejabat Pemkab Mojokerto saat ada acara Grebeg Suro beberapa waktu lalu.
Setiap keris memiliki bagian-bagian sendiri. Dari ujung bawah hingga atas, setiap bagian keris memiliki nama-nama. Seperti Ganja (Gonjo) di bagian bawah, Lambe Gajah atau Bungkem, Sugukan, Greneng dan Pamor (motif yang terdapat pada keris).
Untuk pemeliharaan, Gus Im selalu memandikan keris-keris miliknya setiap satu bulan sekali. Bahkan, beberapa keris ada yang harus dimandikan pada saat-saat tertentu, seperti hari Selasa kliwon. ’’Bergantung jenis dan karakter keris tersebut. Biasanya satu bulan sekali dilakukan jamus atau dimandikan’’ ujarnya.
Cara memandikannya, menurut Gus Im, memang tidak sembarangan. Dengan melalui ritual khusus, dia memandikan bagian-bagian keris dan mengoleskan dengan minyak khusus.
Saking seringnya bergelut di dunia keris, Gus Im mampu membedakan beberapa jenis keris berdasarkan asal mulanya. Keris Majapahit atau yang disebut Keris Tosan Aji, menurut Gus Im, memiliki perbedaaan di bagian ujungnya. Keris Majapahit memiliki bentuk melingkar atau melintir. Keris Mataram berbentuk lurus. Sedangkan Keris Pajajaran memiliki lubang di ujungnya.
Gus Im mengaku berburu keris tidak hanya sebagai pelengkap profesinya di dunia spiritual. Melainkan bertujuan untuk melestarikan kebudayaan Majapahit yang menurutnya sudah terlupakan. ’’Ada juga yang membutukan keris untuk digunakan sebagai kewibawaan, menaikkan pangkat, derajat dan sebagainya,’’ ujarnya.

12 komentar:

www.tritus.blogspot.com mengatakan...

Wah, nek sering-sering liputan keris, engko dadi dukun je.....

CandraManik mengatakan...

ada gak yg punya keris mpu gandring yg dipake ken arok?
ato keris yg dipake patih gajahmada sewaktu sumpah palapa?

CandraManik mengatakan...

ada gak yg punya kerisnya mpu gandring, yg dipakai Ken Arok ?

ato keris panjang yg dipakai Gajahmada sewaktu sumpah palapa ?

didi mengatakan...

mbah uda adakah gelang majapahit yg kupesan, dri didik polisi kalimantan

didi mengatakan...

tlg minta tlpmu mbah krn pleximu nda bs dihub lg

bismi nugroho al husaeni mengatakan...

ass . wrb , bagi anda yg mencintai keris , saya mempunyai amat banyak keris ,bagi yg berminat hubungi 0817 9862 945 , atas nama bismi nugroho al husaeni , mudah mudahan dengan saya mengisi komentar di blog ini dapat berkenalan langsung dengan gus im atau yg bernama asli imam nabilah

jaya ambo dondi mengatakan...

ada ga yg tau keberadaan Keris Singa Barong.. konon keris ini pernah di pegang oleh Persaudaraan Setia Hati
(salah satu perguruan yg ada dijawa gunung lawu) mhon infonya...

trims.

jaya ambo dondi

Denjojok Numaika mengatakan...

gus im, saya diberi keris ama ayah saya. keris kecil tp ngak tahu namanya, katanya sih untuk kewibawaan....tp elama ini belum saya pakai cuma saya taruh rumah, pertanyaanya apakah auranya udah hilang apa blm masalah udah lama. terimakasih

Husni mengatakan...

Sebaiknya memahami tosan adji jangan setengah-setengah, pemahaman yg keliru akan beresiko menyesatkan. Belajarlah dari sumber yg terpercaya, berpegang pada pakem. Penangguhan hanya bersifat prediksi, dgn beberapa pendekatan yg rasional atas dasar pengalaman tempur yg panjang. Sedangkan penayuhan; bersifat individual concep, pengalaman pribadi yg belum tentu sama satu sama lain. Bravo keris

Husni mengatakan...

Di belantara pernah seorang Datuk Tua berkata: Anak, dirimu adalah semesta..karna kaya dgn sifat Allah.. Sifat Allah dahulu jadi, Dzat bertapak di kuali Allah... semua itu adalah misi dan dharma yg tertitipkan.. dan kelak akan diminta pertanggungjawaban dihadapanNYA..
.... Djanuk .....

den mengatakan...

ada link benda pusaka disini :
http://iklanbaris.co.id/Barang-Koleksi/Barang-Antik/Dimaharkan-barang-pusaka-koleksi-pribadi-42586.aspx

Kikyo Naro mengatakan...

Hemp..., gitu yah....

Salam kenal aja buat Yth, Gus Im semoga Alloh selalu melimpahkan Rahmat serta hidayahnya, amin yaa rabbal alamin...

Salam,
Muhammad Solichin Siddik...